Mahasiswa tidak dapat dipungkiri merupakan garda terdepan bangsa dalam kemajuan bangsa. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa sejarah bangsa-bangsa di dunia juga tidak pernah menisbikan peran para mahasiswa. Namun pada dewasa ini seringkali terjadi bentuk persepsi yang salah pada masyarakat awam ketika melihat bentuk-bentuk perjuangan yang dilakukan oleh mahasiswa, inipun terjadi seringkali karena kurang imbangnya pemberitaan yang dilakukan oleh media massa. Hal ini kemudian memberikan pandangan negatif terhadap orang tua yang memiliki anak yang akan masuk kuliah atau yang sedang kuliah. Seringkali mereka mewanti-wanti agar anaknya tidak ikut-ikutan organisasi di kampus yang nanti malah mengganggu kegiatan kuliahnya. Cerita-cerita seperti ini sering saya dengar dari pengakuan teman-teman yang dilarang oleh orang tuanya agar tidak ikut organisasi di kampus. Bahkan ada juga yang diancam orang tuanya tidak boleh mengikuti organisasi di kampus jika nilai akademis sang anak menurun. Pola pikir yang dimiliki orang tua tersebut memang sangat beralasan. Sebab mereka ingin melihat anaknya dapat lulus dengan nilai yang memuaskan selain itu, juga karena biaya pendidikan yang ada sekarang juga semakin mahal ditambah biaya hidup bagi mahasiswa yang indekos, sangat membebani bagi keluarga yang pendapatannya pas-pasan. Oleh karena itu dapat dimaklumi jika keinginan orang tua melarang anaknya untuk berorganisasi di kampus, supaya anaknya dapat segera lulus kuliah dan memperoleh masa depan yang lebih baik.
Riwayat Sang Fajar
Blog Archive
Entri Populer
-
Profil dan Cara Menulis Profil Menulis profil seseorang dimaksudkan untuk mempublikasikan sisi yang istimewa atau pencapaian seseorang kepa...
-
Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup se...
-
Pada masa Rasulullah SAW. masih hidup, istilah Aswaja sudah pernah ada tetapi tidak menunjuk pada kelompok tertentu atau aliran tertentu...
-
التمهيد الحمد لله رب العلمين نحمده، ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعماللنا، من يهدالله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا...
-
A. Pengantar Bangsa Indonesia yang menghuni Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah sebuah bangsa yang besar. Negara dengan jumlah pen...
Ratapan Jiwa yang Kosong
Aku adalah aku... Aku bukanlah siapa-siapa... Aku hanyalah bagian kecil dari ciptaan-Nya... Jika hidup ini adalah mati....maka mati itulah sebenarnya hidup... Jika hidup itu tidak ada...maka tidak ada itulah sebanarnya ada dan hidup... Sebuah harapan tak berarti sebuah keharusan... Tetapi sebuah harapan yang telah terbentang…,Adalah laksana sajadah panjang membentang,
Harapan yang telah tersiram oleh air kesucian berupa landasan iktikad…. Maka iktikad inilah yang akan terus aku bakar... Agar dapat menjadi sebuah kata TEKAD.
Harapan yang telah tersiram oleh air kesucian berupa landasan iktikad…. Maka iktikad inilah yang akan terus aku bakar... Agar dapat menjadi sebuah kata TEKAD.
Facebook Muhtadin. AP
RENUNGAN JIWA
(orang yang memiliki penguasaan pribadi yang tinggi, secara berkesinambungan memperluas kemampuannya untuk dapat menciptakan berbagai hasil pencapaian dalam hidupnya yang benar-benar dicarinya. Dari keinginan dan pencarian untuk belajar secara individu dan berkesinambungan akan mendorong munculnya semangat organisasi pembelajaran).
SEMANGAT
jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup KITA jalani dan nikmatilah jalan yang ITU tempuh dengan penuh senang hati maka di ujung jalan sana KITA akan menemukan cahaya keindahan itu dan teruslah melangkah untuk menuju sebuah tujuan hidup yang anda inginkan
Cari Blog Ini
Senin, 07 Februari 2011
Minggu, 06 Februari 2011
J-A-N-G-A-N !
-Niesrina Nadhifah-
…Tuhan, apa sebegitu terlarangnya, kami para manusia mengetahui hal-hal
berbau seksual seperti yang aku ingin tahu ini… “Pokoknya, Mama nggak mau kamu sampai main pacar-pacaran! Kamu tuh, baru kelas dua SMU, masih bau minyak kayu putih sudah berani pacarpacaran. Anak macam apa kamu? Pokoknya kamu jangan pernah sekalikali punya keinginan, apalagi sampai benar-benar punya pacar. Pacaran itu
BERBAHAYA!“
“ Tapi Ma, umur Lydia kan sudah 16 tahun. Dua bulan lagi 17. Lydia sudah gede, Ma! Lydia sudah pantas punya pacar seperti teman-teman sebaya Lydia yang lain. Ayolah, Ma. Lydia janji bakalan cari pacar yang baik, kok. Lydia juga janji nggak akan aneh-aneh gaya pacarannya kok “ “ Stop, Lydia! Mama nggak mau dengar apapun lagi dari mulut kamu tentang masalah nggak penting ini. Besok pagi Mama akan berangkat ke Bangkok dan berada di sana sekitar satu bulan. Kamu jangan berani macammacam ya di rumah! Pak Roni sudah Mama tugaskan untuk mengawasi semua gerak-gerik kamu, mengikuti ke manapun kamu pergi, dan melaporkannya pada Mama secara rinci. Jadi, jangan harap kamu bisa bandel-bandel selama Mama tinggalin ya! Dan yang paling penting, jangan PACARAN! JANGAN!“
“ Tapi, Ma… “
“ Masuk kamar sekarang, Lydia!“
“ Jadi anak-anak, di usia kalian yang masih sangat belia ini, kalian amat sangat rentan dan mudah untuk terjerumus ke dalam hal-hal buruk yang bisa membahayakan tubuh dan jiwa kalian. Salah satunya yang paling dekat dengan kalian, yaitu berpacaran!
Ya, Bu Guru tahu, sebagai remaja yang sudah memasuki masa puber, kalian pasti sudah punya perasaan suka terhadap sesama kalian. Tetapi, Ibu ingatkan, jika kalian berani berpacaran di usia yang belum matang ini, risiko dan segala macam marabahaya lebih mudah mengintai di mana-mana! Kalian lihat di televisi dan internet ‘kan? Berapa banyak remaja-remaja seusia kalian yang terserang HIV-AIDS akibat seks bebas yang mereka lakukan? Kalian mau menderita seumur hidup akibat penyakit laknat yang tidak ada obatnya itu?!
Tentu tidak ‘kan. Oleh karenanya, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Konsentrasilah hanya pada pelajaran! Jangan coba-coba untuk pacaran, karena nyawa bisa jadi taruhan. Baiklah, kita lanjutkan pelajaran Biologinya. Buka halaman tiga puluh delapan!“
di 21.52 0 komentar
Label: AIDS, cerita pendek, cerita rakyat, cerpen, jangan
Sabtu, 05 Februari 2011
Teater
PENDAHULUAN
BEBERAPA PENGERTIAN
Kata drama berasal dari bahasa Yunani Draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak. Jadi drama bisa berarti perbuatan atau tindakan.
ARTI DRAMA
Arti pertama dari Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, actiom (segala yang terlihat di pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (axciting), dan ketegangan pada para pendengar.
Arti kedua, menurut Moulton Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak (life presented in action).
Menurut Ferdinand Brunetierre : Drama haruslah melahirkan kehendak dengan action.
Menurut Balthazar Vallhagen : Drama adalah kesenian melukiskan sifat dan sifat manusia dengan gerak.
Arti ketiga drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton (audience).
ARTI TEATER
Ada yang mengartikan sebagai “gedung pertunjukan”, ada yang mengartikan sebagai “panggung” (stage). Secara Etimologi (asal kata), Teater Adalah Gedung Pertunjukan (auditorium).
Dalam arti luas Teater adalah kisah hidup dah kehidupan manusia yang dipertunjukan di depan orang banyak. Misalnya Wayang Orang, Ludruk, Lenong, Reog, Sulapan.
Dalam arti sempit Teater adalah kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan dalam pentas, disaksikan oleh orang banyak, dengan media, gerak, percakapan dan laku, dengan atau tanpa dekor (layer); Didasarkan pada naskah yang tertulis (hasil seni sastra) dengan atau tanpa musik.
APA PERBEDAAN DRAMA DENGAN TEATER
Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda uangkapannya.Teater berasal dari kata yunanikuno "theatron" yang secara harfiah berarti gedung/tempat pertunjukan. Dengan demikian maka kata teater selalu mengandung arti pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunanai 'dran' yang berarti berbuat, berlaku atau beracting. Drama cenderung memiliki pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf denagn jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian diangkat kesuatu pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu peristiwa Teater. Kesimpulan teater tercipta karena adanya drama.
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Ruang Waktu
Kantor Desa Srigading
Putra Sang Fajar
- Muhtadin Asya Pradana Hidup Adalah Belajar Biarlah qta Belajar Untuk Hidup
- gambar-gambar berpigura di pasar-pasar burung Labuan hatiku yang tersembunyi…Latifah Ratih Harapan rasaku yang tiada terjangkau…’Aliyyah Ratih Pujaan nurani yang maha agung…’Azhiimah Ratih Piala-piala anggur cinta…Waduudah Ratih Kecantikan tiada tara tiada terbayang…Jamiilah Ratih Raup-raup kesempurnaan kasih mesra…Rahiimah Ratih Rahmat... tiada terbatas bagai samudra…Rahmaniyyah Ratih Puja dan puji yang sempurna….
Harga Diri
اللغة هي شيء مهم جدا في مجال الاتصالات، في غياب اللغة هي النشاط البشري سيكون ضعيفا. اللغة العربية هي أيضا لغة الإسلام، وذلك لمعرفة دين الإسلام في العمق بطبيعة الحال علينا أن نتعلم اللغة العربية.
هذا الفيديو هو جيد جدا لبرنامجنا الأولي لتعلم اللغة العربية، اللغة التي هي سهلة والكرتون الرسوم الكاريكاتورية التي تجعل الصغار يحبون لمشاهدته ، هذا الفيديو هو من السهل جدا أن نفهم حتى لو كان شخص لا يعرف اللغة العربية، وبسبب هذا الفيديو يأتي مع الممارسة كما لا يقتصر على الكلمات وحدها، مما يجعل من السهل على الناس الذين يرون ذلك.
هذا الفيديو هو جيد جدا لبرنامجنا الأولي لتعلم اللغة العربية، اللغة التي هي سهلة والكرتون الرسوم الكاريكاتورية التي تجعل الصغار يحبون لمشاهدته ، هذا الفيديو هو من السهل جدا أن نفهم حتى لو كان شخص لا يعرف اللغة العربية، وبسبب هذا الفيديو يأتي مع الممارسة كما لا يقتصر على الكلمات وحدها، مما يجعل من السهل على الناس الذين يرون ذلك.
” Jiwa manusia tidak lebih dari seberkas cahaya, terlahir untuk bersinar dalam suatu masa yang singkat sebelum akhirnya padam selamanya. "
" KESEMPURNAAN CINTA "
Pernahku merasa dalam kesempurnaan cinta Bermesraan tanpa kata, bahasa dan suara Yang ada hanya Engkau dan hampa Tenggelam di dasar lautan ahadiah yang indah Lama kutertegun dan menengadah Berkaca dan berhias diri dalam a’yan tsabitah Tampak disana wajah dengan kemuliaan Karam di alam wahidiah yang menawan
Hentakkan Kaki dan Teruslah Melangkah
Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar.”
Secercah Harapa
Hidup Adalah Belajar Jadi Pergunakanlah Hidup Kalin Untuk Selalu Belajar dalam Segala Hal

