-Niesrina Nadhifah-
…Tuhan, apa sebegitu terlarangnya, kami para manusia mengetahui hal-hal
berbau seksual seperti yang aku ingin tahu ini… “Pokoknya, Mama nggak mau kamu sampai main pacar-pacaran! Kamu tuh, baru kelas dua SMU, masih bau minyak kayu putih sudah berani pacarpacaran. Anak macam apa kamu? Pokoknya kamu jangan pernah sekalikali punya keinginan, apalagi sampai benar-benar punya pacar. Pacaran itu
BERBAHAYA!“
“ Tapi Ma, umur Lydia kan sudah 16 tahun. Dua bulan lagi 17. Lydia sudah gede, Ma! Lydia sudah pantas punya pacar seperti teman-teman sebaya Lydia yang lain. Ayolah, Ma. Lydia janji bakalan cari pacar yang baik, kok. Lydia juga janji nggak akan aneh-aneh gaya pacarannya kok “ “ Stop, Lydia! Mama nggak mau dengar apapun lagi dari mulut kamu tentang masalah nggak penting ini. Besok pagi Mama akan berangkat ke Bangkok dan berada di sana sekitar satu bulan. Kamu jangan berani macammacam ya di rumah! Pak Roni sudah Mama tugaskan untuk mengawasi semua gerak-gerik kamu, mengikuti ke manapun kamu pergi, dan melaporkannya pada Mama secara rinci. Jadi, jangan harap kamu bisa bandel-bandel selama Mama tinggalin ya! Dan yang paling penting, jangan PACARAN! JANGAN!“
“ Tapi, Ma… “
“ Masuk kamar sekarang, Lydia!“
“ Jadi anak-anak, di usia kalian yang masih sangat belia ini, kalian amat sangat rentan dan mudah untuk terjerumus ke dalam hal-hal buruk yang bisa membahayakan tubuh dan jiwa kalian. Salah satunya yang paling dekat dengan kalian, yaitu berpacaran!
Ya, Bu Guru tahu, sebagai remaja yang sudah memasuki masa puber, kalian pasti sudah punya perasaan suka terhadap sesama kalian. Tetapi, Ibu ingatkan, jika kalian berani berpacaran di usia yang belum matang ini, risiko dan segala macam marabahaya lebih mudah mengintai di mana-mana! Kalian lihat di televisi dan internet ‘kan? Berapa banyak remaja-remaja seusia kalian yang terserang HIV-AIDS akibat seks bebas yang mereka lakukan? Kalian mau menderita seumur hidup akibat penyakit laknat yang tidak ada obatnya itu?!
Tentu tidak ‘kan. Oleh karenanya, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Konsentrasilah hanya pada pelajaran! Jangan coba-coba untuk pacaran, karena nyawa bisa jadi taruhan. Baiklah, kita lanjutkan pelajaran Biologinya. Buka halaman tiga puluh delapan!“


